PO Santoso belum lama menjadi andalanku untuk bisa pulang kampung ke Magelang dan kembali ke Jakarta, baru sekitar setahun terakhir. Awalnya aku berpikiran buruk terhadap PO Santoso, karena harga tiketnya yang murah (curiga sama pelayanannya), dan bis nya tidak sebagus Safari Dharma Raya atau Rosalia Indah yang sering aku gunakan sebelumnya. Kecepatannya juga tidak bisa mengalahkan kereta api, yang kerap aku jadikan alternative transportasi dalam perjalanan Jakarta-Magelang PP.
Namun akhirnya, setelah pdkt, aku jadi jatuh cintrong sama PO Santoso dengan alasan sebagai berikut:
1. Sebagai komuter yang kerap mudik, tarif tiket PO Santoso cukup murah bila dibandingkan dengan Safari Dharma Raya atau kereta eksekutif
2. Santoso bermarkas di Magelang, jadi origin of interest ku besar hehe
3. Karena bermarkas di Magelang, Santoso selalu lewat Magelang, jadi aku ga perlu repot gonta ganti kendaraan bila dibandingan dengan kereta api, yang tidak lewat Magelang.
4. Kos ku yang lama di daerah Mampang, Jaksel. Sangat dekat dengan agen bus Santoso. Jadi cukup memudahkan akses, dan tidak banyak buang waktu.
5. Sopirnya ugal2an… tapi tetap hati2. Aku seneng karena bisa cepat sampai tujuan dengan selamat tentunya. Ngeblong abis deh pokoknya.
6. Ngemeng2 soal sopir, seringkali Santoso tidak pernah mengganti sopir dari Jakarta sampai Magelang. Baru setelah sampai magelang, ganti sopir untuk melanjutkan perjalanan ke Wonosari. Hebat juga nih sopir2 Santoso, agak ngeri sih, tapi tetep percaya haha. Sopir dan keneknya pasti ngobrol dengan bahasa Jawa, jadi aku semakin betah menyerap ilmu2 jalanan dari mereka hehe.
7. Sudah kenal banyak teman2 senasib yang sering pulang ke Magelang naek Santoso. Jadi rasanya, satu bus adalah saudara semua. Tidak ada kecurigaan, saling percaya dan kekeluargaan.
8. Oya, fasilitas busnya lumayan ok juga. Jarak antar kursi depan dan belakang tidak mepet, ada selimut, bantal n toilet.
Kalau hari biasa, bus ini selalu berangkat dari Mampang jam setengah 5 sore. Herannya selama naik bus ini, saia tidak pernah lewat Cikampek, selalu lewat Sadang untuk menghindari kemacetan di pintu tol Cikampek. Memang kalau lewat Sadang, jalannya agak tidak baik (kalau tidak mau dikatakan parah) hehe. Ya karena sudah terbiasa, aku mending tidur aja hehe. Lalu biasanya istirahat sebentar di sebuah kota di Pantura (entah dimana), lalu melajutkan perjalanan lagi. Biasanya sekitar jam 4 pagi sudah sampai di Magelang. Mantabs dah, sekali lagi.. ngeblong abizzz….
Pada mudik 2009 ini, pengalaman pertamaku melakukan mudik dari jkt ke kampung. Tentu yang dibayangkan adalah jalanan macet dan riweuh dengan sangat. Saya sudah pesan tiket sejak 20 hari sebelum mudik, Puji Tuhan masih dapat tiket. Tentu dengan harga yang melonjak menjadi lebih dari 2x lipat. Busnya juga selama masa mudik, berangkat dari Mampang jam 7 pagi.
Memang selama perjalanan, tampak arus lalu lintas cukup padat. Ya nothing to loose, saya lebih memilih tidur, daripada memikirkan jalanan yang macet. Mental sudah saya siapkan kalau memang terpaksa perjalanan harus ditempuh puluhan jam. Berbekal music mp3 dari HP, saya pejamkan mata. Namun tidak disangka jam 5 sore sudah sampai Weleri. Ya dalam hitungan perjalanan mudik lebaran, dapat dikatakan relative lancar. Setelah beristirahat sesaat di Temanggung untuk berbuka puasa, bus langsung ngeblong sampe magelang. Sekitar pukul 20.00 saya sudah sampai rumah. Syukur kepada Tuhan, bisa selamat dan relative lancar sampai rumah.
Kabin Dalam Seri Executive

Kabin Dalam Seri Executive

PO Santoso belum lama menjadi andalan saya untuk bisa pulang kampung ke Magelang dan kembali ke Jakarta. Mungkin baru sekitar setahun terakhir. Awalnya saya berpikiran buruk terhadap PO Santoso, karena harga tiketnya yang murah (murah = pelayanan meragukan), dan bis nya tidak sebagus Safari Dharma Raya atau Rosalia Indah yang sering saya gunakan sebelumnya. Waktu tempuhnya juga masih kalah dengan kereta api, yang kerap saya jadikan alternative transportasi.

 

Namun akhirnya, setelah pdkt, saya jadi jatuh cinta sama PO Santoso dengan alasan sebagai berikut:

1. Sebagai komuter yang kerap mudik, tarif tiket PO Santoso cukup murah bila dibandingkan dengan Safari Dharma Raya atau kereta eksekutif. Untuk executive toilet harga tiketnya 125 rb dari Jakarta, dan 115 rb dari Magelang.

2. Santoso bermarkas di Magelang, jadi origin of interest saya besar hehe

3. Karena bermarkas di Magelang, Santoso selalu lewat Magelang, jadi saya tidak perlu repot berganti kendaraan bila dibandingan dengan kereta api, yang tidak lewat Magelang.

4. Kos saya yang lama di daerah Mampang, Jaksel. Sangat dekat dengan agen bus Santoso di Jalan Tendean. Jadi cukup memudahkan akses, dan tidak banyak buang waktu.

Salah Satu Sopir Bus Santoso

Salah Satu Sopir Bus Santoso

5. Sopirnya ugal2an… tapi tetap hati2. Saya seneng karena bisa cepat sampai tujuan dengan selamat tentunya. Ngeblong abis deh pokoknya. Bagi yang belum tau artinya ngeblong, kurang lebih artinya seperti gas puolll… ngebut tapi tetap waspada dan penuh perhitungan.

6. Ngomong-ngomong soal sopir, seringkali Santoso tidak pernah mengganti sopir dari Jakarta sampai Magelang. Baru setelah sampai Magelang, ganti sopir untuk melanjutkan perjalanan ke Wonosari. Hebat juga nih sopir2 Santoso, agak ngeri, tapi tetep percaya haha. Sopir dan keneknya pasti ngobrol dengan bahasa Jawa, jadi saya semakin betah menyerap ilmu jalanan dari mereka hehe.

7. Sudah kenal banyak teman2 senasib yang sering pulang ke Magelang naek Santoso. Jadi rasanya, satu bus adalah saudara semua. Tidak ada kecurigaan, saling percaya dan kekeluargaan.

8. Oya, fasilitas busnya lumayan ok juga. Jarak antar kursi depan dan belakang tidak mepet, ada selimut, bantal n toilet.

 

Kalau hari biasa, bus ini selalu berangkat dari Mampang jam setengah 5 sore. Herannya selama naik bus ini, saya tidak pernah lewat Cikampek, selalu lewat Sadang untuk menghindari kemacetan di pintu tol Cikampek. Memang kalau lewat Sadang, jalannya agak tidak baik (kalau tidak mau dikatakan parah) hehe. Ya karena sudah terbiasa, aku mending tidur aja hehe. Lalu biasanya istirahat sebentar di sebuah kota di Pantura (entah dimana), lalu melajutkan perjalanan lagi. Biasanya sekitar jam 4 pagi sudah sampai di Magelang. Mantabs dah, sekali lagi.. ngeblong abizzz….

Pada mudik 2009 ini, pengalaman pertamaku melakukan mudik dari jkt ke kampung. Tentu yang dibayangkan adalah jalanan macet dan riweuh dengan sangat. Saya sudah pesan tiket sejak 20 hari sebelum mudik, Puji Tuhan masih dapat tiket. Tentu dengan harga yang melonjak menjadi lebih dari 2x lipat. Busnya juga selama masa mudik, berangkat dari Mampang jam 7 pagi.

Memang selama perjalanan, tampak arus lalu lintas cukup padat. Ya nothing to loose, saya lebih memilih tidur, daripada memikirkan jalanan yang macet. Mental sudah saya siapkan kalau memang terpaksa perjalanan harus ditempuh puluhan jam. Berbekal musik mp3 dari HP, saya pejamkan mata. Namun tidak disangka jam 5 sore sudah sampai Weleri. Ya dalam hitungan perjalanan mudik lebaran, dapat dikatakan cukup lancar. Setelah beristirahat sesaat di Temanggung untuk berbuka puasa, bus langsung ngeblong sampe Magelang. Sekitar pukul 20.00 saya sudah sampai rumah. Syukur kepada Tuhan, bisa selamat dan relatif lancar sampai rumah.

 

Contact agen Santoso di Mampang: (021) 9821 8579

Lokasi Agen ini di seberang gedung Trans TV Tendean, di pojokan lapangan parkir.

 

Bus PO Santoso

Bus PO Santoso

Foto-foto: Facebook Group PO Santoso dan executivetolilet.blogspot.com

About these ads