Tanpa terasa sudah hampir satu tahun saya meninggalkan blog ini. Hampir setahun juga banyak cerita yang tidak bisa terekam dengan baik di blog. Update saya yang terakhir berisi artikel tentang kegiatan jalan-jalan bersama pacar dan adik ke Singapura, Thailand dan Malaysia. Banyak memori tentang detail jalan-jalan ketika itu yang sudah mulai hilang dari ingatan. Namun saya merasa masih berhutang kalau tidak menyelesaikan cerita jalan-jalan tersebut. Mungkin karena hutang itu juga, sampai hari ini saya seolah terkena “kutukan” batal pergi menggunakan tiket promo ke Langkawi dan ke Chiang Mai, padahal tiket sudah di tangan.

Hualamphong Station

Hualamphong Station

Ok terakhir cerita saya sudah sampai di Bangkok dengan selamat dan menginap di Train Inn, dekat stasiun kereta antar kota Bangkok, Hualampong. Kami menginap di dekat stasiun karena keesokan harinya berencana untuk mengunjungi kota tua Ayyuthaya, sekitar 2 jam perjalanan menggunakan kereta api ekonomi.

Kereta Ekonomi Bangkok – Ayutthaya

Singkat cerita keesokan harinya kami langsung check out dari hotel karena rencananya setelah kembali dari Ayutthaya, kami mau pindah menginap di daerah Khaosan Road, pusatnya backpacker di negeri Siam. Kebetulan Train Inn menyediakan jasa penitipan tas, sehingga kami cukup membawa barang seperlunya saja ke Ayutthaya.. yang pasti kamera ga boleh ketinggalan hehe.

Kereta ke Ayutthaya hanya ada satu jenis. Kereta kelas 3 yang penampakannya seperti kereta ekonomi antar kota di Indonesia. Harga tiketnya cukup murah, Rp 4.500 saja untuk perjalanan +/- 2 jam. Jangan dibayangkan kalau kereta ini bakalan sumpek seperti di Indonesia. Kami ketika itu menaiki gerbong paling belakang, dan isi penumpangnya cuma sekitar 10 orang saja. Kami bisa memilih tempat duduk sepuasnya, dan bisa melanjutkan tidur hehe. Pemandangan sepanjang perjalanan menurut saya tidak begitu indah, karena didominasi perkebunan tebu dan pabrik.

Wat Phra Si Sanphet

Ketika sampai di stasiun Ayutthaya kami langsung didekati oleh sopir tuk tuk yang mnawarkan jasa paket tour sehari penuh keliling Ayutthaya, termasuk biaya masuk obyek wisata. Sebelum berangkat memang saya sudah sempat cari-cari informasi mengenai paket tour tuk tuk ini. Dari beberapa milis backpacker memang informasinya masih simpang siur. Saya lupa ketika itu kena berapa harga, yang jelas harganya sudah kami tawar sekuat tenaga. Kalau tidak salah bertiga waktu itu kita kena 800 B (240rb), mahal ya buat sekedar one day tour. Ternyata area Ayutthaya cukup luas, untung kami tidak jadi keliling pakai sepeda, bisa gempor. Ayutthaya sendiri terdiri dari dua bagian, luar dan dalam, yang dipisahkan oleh sebuah parit/sungai buatan. Bentuk kota semacam ini tipikal kota tua di Thailand, mirip seperti di Chiang Mai.

Sehari itu kami diajak mengunjungi sekitar 8 kompleks kuil tua yang tersebar di Ayutthaya. Itupun kata drivernya kami belum mengunjungi semua kuil yang jumlah totalnya ada puluhan. Ayutthaya sendiri merupakan bekas kota kerajaan terbesar di Thailand. Karena diserang habis-habisan oleh bangsa Khmer dan Birma, akhirnya kota ini menjadi hancur. Kemudian rajanya memindahkan pusat kerajaan ke Thonburi (Bangkok), di tepi sungai Chao Phraya yang bertahan hingga kini.

Wat Mahathat

Sebagian besar kuil yang kami kunjungi, kondisinya rata-rata sudah tidak utuh lagi, karena serangan dari bangsa Burma dan Khmer ketka itu. Kuil/candi atau dalam bahasa  Siam disebut Wat ini sebagian besar dibuat dari susunan bata merah yang dibentuk menjulang tinggi. Saya sudah lupa dengan kisah detail dari masing-masing Wat yang kami kunjungi itu. Yang jelas masing-masing Wat ini memilki kisah menarik dari raja-raja yang pernah memimpin Ayutthaya ketika itu. Tapi saya masih ingat ada satu obyek yang cukup menarik, yaitu patung kepala Buddha yang dililit oleh akar pohon tua. Jika ingin berfoto dengan patung budha tersebut, kita harus berjongkok karena tinggi kita tidak boleh melebihi tinggi patung suci tersebut.

Satu hari penuh peluh karena komplek Wat di sana cukup luas, dengan terik matahari menyengat. Bahkan di beberapa candi terakhir, adik saya sudah KO dan memilih untuk duduk-duduk saja. Oya fyi kami sampai tidak sempat makan siang karena saking banyaknya Wat kita kunjungi. Setelah puas berkeliling, dlam perjalanan pulang ke stasiun kereta, kami diajak oleh si driver tuk tuk untuk mapir ke Ayutthaya Floating Market. Ini berbeda dengan floating market terkenal di Thailand semacam Damnoen Saduak atau Amphawa yang alami. Kalau Floating market di Ayuthhaya ini semacam wahana buatan one stop recreation yang mayoritas didominasi barang oleh-oleh dan makanan khas. Sore itu Floating market di sana cukup ramai, dipadati rombongan tour domestic.

Ada satu hal lucu, ketika sampai di floating market ini, adik saya yang awalnya sudah tepar, tiba-tiba langsung sembuh dan bersemangat kembali. Dasar naluri belanja tetep ya nomor satu. Adik saya juga menyalahkan saya kalau kami terlalu berlama-lama keliling candi, sehingga waktu untuk berbelanja di sini menjadi tidak banyak. Kami juga memanfaatkan waktu di floating market ini untuk makan, dan ternyata masakan di food center (dengan konsep perahu-perahu terapung) cukup cocok di lidah kami.

Puas makan dan belanja (walaupun adik dan pacar saya belum puas belanja katanya hehe), kami segera ke stasiun kereta untuk mengejar kereta terakhir ke Bangkok. Kondisi kereta kali ini hampir sama, namun bedanya sore itu penumpangnya penuh. Beruntung kami masih bisa mendapatkan kursi untuk duduk. Suasana yang unik ketika di kereta tersebut adalah, walupun itu kereta 3rd class, yang paling buluk deh.. namun penumpangnya mayoritas turis/wisatawan mancanegara dengan gaya yang trendi. Ada yang bawa kamera SLR, ada sambil dengerin lagi via Ipod, ada yang mainan computer tablet. Kami sendiri lebih memilih untuk tidur

Ayutthaya Floating Market

tuk tuk riding

Wat Phu Khao Thong

Wat Chaiwatthanaram

Wat Chaiwatthanaram

Wat Phra Mahathat

Wat Phra Mahathat

Wat Worachetha Ram

Wat Worachetha Ram

Wat Lokayasutharam

Wat Lokayasutharam

Wat Worachetha Ram

Wat Worachetha Ram

Phra Mongkhon Bophit

Phra Mongkhon Bophit

Phra Mongkhon Bophit

Phra Mongkhon Bophit

Wujud tuk tuk di Ayyuthaya

Wujud tuk tuk di Ayyuthaya

Ayyuthaya Floating Market

Ayyuthaya Floating Market

Kwetiauw selebar daun kelor di Ayyuthaya Floating Market

Kwetiauw selebar daun kelor di Ayyuthaya Floating Market

About these ads