Pesta Blogger+ 2010 sudah selesai dihelat. Gelaran tahun ini terasa sedikit berbeda karena ada embel-embel (+) plus-nya. Hal ini tidak lain karena selain para blogger, kopi darat kali ini juga dihadiri oleh penggiat social media seperti twitter, facebook, foursquare dan lain-lain. Jadi, kalau boleh saya nilai secara kasat mata, acara ini terbilang cukup sukses. Bertempat di Epicentrum Walk, Kuningan Jakarta, ribuan peserta dari berbagai penjuru negeri tumpah ruah di venue yang masih dalam proses penyelesaian konstruksi tersebut.

Saya sendiri, datang ke pesta blogger tanpa disengaja dan tanpa kapital modal yang cukup. Beberapa hari menjelang pesta blogger dimulai, saya mendapat twit dari @anwariksono yang menanyakan perihal pendaftaran #pb2010. Kemudian saya iseng buka website pesta blogger, dan ternyata batas waktu registrasi online sudah ditutup. Kalau masih ingin daftar, pihak panitia menyarankan untuk datang pada hari H, dan semoga masih bisa mendapatkan tiket masuk.

Saya sempet pasrah aja. “Yah terlambat daftar nih”, pikir saya waktu itu. Padahal dari tahun ke tahun saya denger kalo pesta blogger selalu riuh rendah dikunjungi para blogger seluruh Indonesia yang melakukan ajang kopi darat (kopdar). Sebagai junior blogger, saya sangat antusias untuk melihat kehebohan acara tersebut.

Tapi memang untung ga kemana.. Ternyata saya tidak perlu memendam kekecewaan terlalu lama, karena ada sms menggembirakan dari mbak Melly masuk ke ponsel saya. Mbak Melly ini seorang aktivis lingkungan yang sudah saya kenal ketika bekerja di WWF setahun yang lalu. Dia juga salah satu penggagas acara Kumkum yang pernah saya ikuti juga. Dia mengajak saya untuk bantu menjadi tim diet kresek dan jirowes (zero waste) di #pb2010. Yess bisa ikutan pesta blogger gratisss hehehe… lumayan bisa menghemat 50rb. Oya tim diet kresek ini mengisi salah satu stand booth komunitas yang disediakan oleh panitia. Stand ini kami gunakan untuk menerima barang bekas (babe) dan sampah kering (sake). Hasil barang bekas ini rencananya akan diberikan kepada Yayasan Yasmin untuk memanfaatkannya sebagai sumber dana pendidikan kaum yang kurang mampu.

Acara pesta blogger sendiri dibuka oleh sambutan dari Menteri Pendidikan M. Nuh serta beberapa perwakilan dari pihak sponsor dan panitia. Selain di panggung utama, pesta blogger ini juga membuat semacam seminar atau workshop di beberapa kelas yang disi oleh berbagai komunitas maupun pihak sponsor. Ada seminar mengenai “Blogger Melek Media”, ada juga diskusi mengenai blog dan strategi pengembangan komunitas, tidak ketinggalan kelas dari rekan-rekan Anging Mamiri yang mengangkat isu “Makassar Tidak Kasar”, dan puluhan diskusi lainnya yang tersebar di dalam 9 kelas.

Saya juga mendengar beberapa cerita pro dan kontra seputar penyelenggaraan Pesta Blogger ini. Ada banyak blogger yang yang mendukung penuh acara tersebut, tetapi ada juga yang senantiasa menanyakan esensi dari pesta blogger. Salah satu diskusi mengenai hal itu bisa dilihat di link artikel ini. Ah saya tidak mau berpusing-pusing terjebak dalam pusaran pro kontra ini. Saya hanya sekedar blogger junior yang tidak memiliki kontribusi besar di dunia per-blogger-an. Toh pro kontra sudah menjadi hal yang jamak dalam dunia demokrasi dewasa ini. Harapan saya satu, semoga semua pro kontra yang muncul itu bisa menjadi masukan yang berharga, sehingga penyelenggaraan kopi darat bagi penggiat blog selanjutnya menjadi lebih baik dan bermanfaat bagi bangsa ini.

Sumber Foto-foto: lifeschool.wordpress.com, vhrmedia.com, dan djunaedird.wordpress.com