Here we go.. akhirnya kami sampai juga di tanggal 2 April 2011. Tanggal yang kami nanti-nantikan sejak tahun lalu. Yap rencana untuk backpacker-an ke tiga negara Singapura, Thailand dan Malaysia tanpa terasa sudah muncul di depan mata. Kisah ini dimulai ketika saya mengadu peruntungan ikut-ikutan berburu tiket promo Rp. 10rb AirAsia. Promo gila-gilaan ini terjadi pada bulan Agustus 2010. Sebenernya kisah perjuangan saya dan pacar untuk mendapatkan tiket promo ini sudah saya share-kan di tulisan sebelumnya yang berjudul “Etok2” Travelling: Edisi Tiket Promo Air Asia.

Singkat cerita tanggal 2 April saya semangat bangun jam stengah 4 pagi. Saya segera bersiap dan langsung meluncur naek bus Damri di terminal Rawamangun menuju Bandara Soetta. Karena jalanan masih sepi, saya sudah sampai di Terminal 2D jam 5.30 pagi. Padahal pesawat baru akan terbang jam 8.30 pagi, jadi saya terancam mati gaya di bandara. Karena saya bukan tipe orang yang suka liat-liat barang di area duty free.

Akhirnya jam 8, pax sudah mulai diminta boarding dan tidak lama pesawat AA QZ 7782 mengudara juga.. yihaaa.. Cuma dengan Rp. 10.000, udah bisa terbang ke Singapura. Sebuah negara yang selalu ada di bayang-bayang ingatan saya sejak kecil. Negara singa yang pernah meminjam ibu beberapa minggu dari pelukanku ketika saya masih balita. Saya masih ingat ketika itu menunggu di pinggir Bandara Husein Sastranegara Bandung, saat akan menjemput ibu yang baru pulang dari perjalanan dinasnya. Saya juga masih ingat sendok dan garpu bertuliskan logo Singapore Airlines yang dibawa ibu.

Setelah 20 tahun lebih semenjak peristiwa itu, akhirnya saya bisa menjejakkan kaki di “negaranya” Sir Stanford Raffles itu. Sekitar pukul 11 waktu Singapura, akhirnya saya mendarat di T1 Changi Airport. Target saya begitu mendarat adalah mencari Lisa (pacar) dan Yusti (adek) yang berangkat naek AA langsung dari Jogja, dan dijadwalkan sampe di Changi stengah jam lebih cepat dari saya. Oya ngomong-ngomong tiket Lisa & Yusti dari Jogja ke Sin juga ga kalah murah lho.. cukup dengan Rp. 50.000 saja :p

Ternyata setelah keluar dari garbarata, saya langsung bertemu sama Lisa & Yusti. Karena ini perjalanan pertama kami ke Singapura dan pertama kali pula ke Changi airport yang terkenal itu, maka jurus narsis foto-foto pun langsung dijalankan. Setiap melangkah 5 meter, pasti langsung foto hehe. Omong punya omong dari temen-temen di Indonesia, katanya harga air minum di Singapura sangat mahal, maka pas nyampe Changi kami langsung mengisi botol minum masing-masing di fasilitas air minum public. Ternyata air minum di changi dingin, lumayanlah bisa “tombo” dahaga siang itu.

narik trolley-nya pakai sejenis segway

Kami susuri jalan di Terminal 1 itu ke arah bagian imigrasi untuk immigration clearance. Saya udah parno duluan ngeliat petugas imigrasi yang bertugas siang itu. Kebanyakan ibu-ibu berbadan besar dengan tampang yang jutek-jutek khas petugas imigrasi. Tapi ternyata ketakutan saya tak terbukti. Ibu petugas imigrasi yang melayani saya justru orangnya ramah, bahkan menawari saya permen yang disediakan di mejanya. Proses imigrasinya juga berjalanan lancar n ga berbelit-belit.

Beres sama urusan imigrasi, kami langsung ngembat semua brosur dan peta gratis yang disediakan di dekat area imigrasi. Rata-rata petanya sangat informatif, termasuk peta jaringan MRT dan spot-spot menarik yang ada di Sin. Abis itu kami lanjut jalan lagi untuk nyari “skytrain” nya Changi untuk mampir sebentar ke Terminal 3 yang katanya terminal paling cantik di Changi. Ternyata ga susah untuk menemukan “stasiun” skytrain di terminal 1, karena informasi penunjuk arah yang sangat jelas dan banyak. Skytrain sendiri lebih mirip MRT mini 2 gerbong yang dijalankan secara otomatis terpusat. Jadi tidak lagi menggunakan masinis. Skytrain ini menghubungan T1, T2 dan T3 Changi airport dan tentunya free. Sampai di terminal 3 kami berjalan-jalan dengan tujuan ingin liat butterfly and orchid park yang ada di sana. Namun sungguh sayang, ternyata lokasi taman tersebut ada di departure hall T3, jadi kalau pax tidak punya tiket airlines yang beroperasi di T3, ya ga bisa menikmati keindahan taman tersebut.

inside skytrain changi

Terminal 3

Terminal 3

Recycle Point at T3

to Changi MRT station from T3

Ya sudah, untuk mengobati kekecewaan, kami foto-foto lagi di sana, sebelum lanjut turun ke basement untuk naek MRT menuju pusat kota Singapura. Di ticket machine MRT kami sempat bingung cara menggunakannya. Untung ada petugas yang stand by di sana, dan menjelaskan cara membeli tiketnya. Ga perlu nunggu lama, MRT pun datang dan segera meluncur membawa kami melayang dan tenggelam menuju pusat kota pelabuhan di ujung semenanjung malaka ini.

next: Bugis and 24 hours shopping at Mustafa Center