Gili Trawangan

Akhirnya baru berkesempatan lagi menulis blog. Hampir aja crita kali ini ga saya keluarkan, karena udah keburu pengen cerita-cerita yang lebih baru hehe.. tapi sayang akh kalau pemirsa sekalian melewatkan trip report Lombok kali ini.. haisyahhh… gaya banget saia.. kayak ada yang baca aja😀

Masih lanjutan dari cerita sebelumnya, kali ini saya akan becerita perjalanan bersama adik di Pulau Lombok. Perjalanan dimulai dari Ubud dengan menggunakan travel Perama jam 7 pagi. Kami harus jalan kaki lumayan jauh dari Jungut Inn ke pool Perama di Jalan Hanoman, Ubud. Namun jalan kaki ini terasa lebih ringan karena kontur jalan yang menurun.

Sampai di pool Perama, kondisi masih sepi, belum ada penumpang ataupun penjaga pool yang ada stand by di sana. Tidak berapa lama, datang sepasang bule yang membawa koper-koper besar dengan dijemput sama shuttle service Perama. Pikir saya, jarang liat nih bule yang liburan dengan konsep non-backpacker.

Pool Perama at ubud

Sekitar jam 7 lebih, bus Perama yang akan membawa kami ke Pelabuhan Padang Bai akhirnya datang. Bus ini sudah membawa penumpang bule dari Kuta dan Sanur yang memiliki tujuan sama ke Padang Bai. Jadi pagi itu hanya saya dan adik penumpang yang bukan bule hehe. Perjalanan dengan menggunakan bus non AC milik Perama ini ternyata tidak menyiksa, karena sepanjang perjalanan kami disuguhi pemandangan pegunungan dan pedesaan yang menyegarkan.

Setelah perjalanan sekitar 3 jam, akhirnya kami sampai di pool Perama Padang Bai. Sebagian bule ada yang melanjutkan perjalanan ke Senggigi dan 3 Gili dengan menggunakan speed boat. Sedangkan penumpang yang lain, termasuk saya dan adik memilih menggunakan ferry untuk menyeberang ke pelabuhan Lembar, Lombok karena harganya lebih miring. Sekitar pukul 11 siang, kami diantar untuk masuk ke ferry. Ternyata bus yang membawa kami dari Ubud tadi, tidak ikut menyeberang ke Lombok, jadi nanti kami akan dijemput oleh travel Perama Lombok, yang sudah menunggu di Lembar.

Pukul 11 siang ferry mulai lepas sandar, tidak lupa kami membeli nasi bungkus dulu sebagai bekal makan di dalam ferry. Di ferry saya berkenalan dengan seorang bapak yang akan pulang ke Mataram, setelah dinas di Jakarta dan Bali. Lalu saya juga berkenalan dengan rombongan keluarga asal Bandung yang sedang berlibur di Bali. Mereka nyebrang ke Lombok berencana untuk one day tour ke 3 Gili, kemudian kembali ke Gili pada sore hari. Saya pikir nekat banget ya keluarga ini. Karena berdasarkan info yang saya dapet, boat terakhir yang beroperasi di 3 Gili adalah pukul 4 sore. Padahal estimasinya ferry baru bersandar di Lembar paling cepat jam 2 siang. Belum waktu untuk transport dari Lembar ke Bangsal yang memakan waktu sekitar 2 jam PP. Ok lah, semoga keluarga ini masih bisa menikmati 3 Gili, paling tidak menginap semalam di sana.

Karena kondisi laut yang bagus dan cuaca yang mendukung, maka ferry sudah merapat di Pelabuhan Lembar jam 2 siang. Kemudian perjalanan dilanjutkan dengan bus mini Perama dari Lembar ke Mataram. Bus Perama wilayah Lombok yang kami naiki ternyata lebih bagus kondisinya daripada yang di Bali. Bus baru dan ber-AC. Alhasil kami sukses tertidur nyenyak di perjalanan siang itu dari Lembar ke Mataram, ditemani hujan gerimis. Sampai di Mataram kami langsung dijemput sama keluarga Kak Fifi yang menjadi tempat kami menumpang selama di Lombok. Malam itu kami langsung tidur cepat untuk persiapan ke 3 Gili kesesokan harinya.

Setelah sarapan, pagi harinya kami langsung diantar sama keluarga Kak Fifi naek mobil ke Pelabuhan Bangsal. Pelabuhan tempat mangkal boat tujuan Gili Air, Gili Meno dan Gili Trawangan. Karena mobil tidak bisa merapat sampai pinggir pantai. Saya dan adik akhirnya jalan kaki dari tempat parkir mobil ke pelabuhan. Jaraknya tidak jauh, mungkin sekitar 500 meter. Kalau tidak mau jalan kaki, sebenarnya bisa naek cidomo (semacam andong). Tapi karena ingin menghemat, kami memilih jalan kaki aja. Hehe dasar pokil :p

Di pelabuhan kami langsung beli tiket public boat seharga Rp. 10.000/orang dengan tujuan Gili Trawangan. Sedangkan boat yang menuju Gili Air dan Gili Meno tarifnya lebih murah, karena posisinya yang lebih dekat dari Bangsal. Setelah menunggu penumpang penuh, public boat (yang siang itu kebanyakan dipenuhi warga lokal) akhirnya berlayar juga. Tidak sampe 20 menit kami sudah sampai Gili Trawangan. Begitu merapat kami langsung disuguhi pemandangan pantai yang cantik dengan airnya yang jernih berwarna hijau tosca.. so serene.

Pelabuhan Bangsal

Pasaran di atas boat

Dermaga di Gili Trawangan

Karena belum reservasi penginapan, kami berjalanan menyusuri tiap gang yang ada di sana untuk mencari penginapan yang pas di kantong. Akhirnya kami mendapatkan kamar yang cukup murah dan bersih di Trawangan Inn. Kamarnya terdiri dari 1 single bed dan 1 Double Bed (jadi bisa diisi 3 orang), non AC, kamar mandi dalam. Harganya cukup 150rb/malam sudah termasuk breakfast. Setelah beristirahat sebentar, kami langsung mencari tempat persewaan sepeda di deket penginapan. Pilihan transportasi di Gili Trawangan memang hanya sewa sepeda atau sewa cidomo, karena kendaraan bermotor tidak boleh beroperasi di sana, demi menjaga kelestarian alam.

Setelah sukses sewa sepeda, kami lanjut cari persewaan perlengkapan snrokeling. Tanpa pikir panjang, siang itu juga kami langsung snorkeling. Menyaksikan pemandangan bawah laut Gili Trawangan yang sangat indah. Ikan-ikan berbagai jenis dan warna berkeliaran dengan bebasnya. Sayangnya kami tidak bertemu dengan penyu, yang kata mas-mas tukang sewa alat snorkel, penyu banyak yang berkeliaran di sekitar pantai Gili Trawangan. Setelah capek snorkeling, adek memilih kembali ke penginapan untuk istirahat. Kalo saya langsung tancap pedal sepeda untuk day tour keliling pulau Gili Trawangan. Kata orang sana, keliling Gili Trawangan satu putaran ga sampe satu jam kok. Namun setelah saya jalani, ternyata di beberapa ruas, masih banyak jalan yang pasirnya gembur, alias tidak padat. Jadi cukup menyulitkan saya untuk menggowes dengan ban sepeda yang slick. Terpaksa beberapa kali saya menuntun sepeda karena beratnya medan. Dan tour gowes keliling pulau siang itu sukses membuat kulit saya hitam legam hehe. Setelah balik ke penginapan untuk istirahat. Sorenya saya dan adik kembali nyebur ke laut untuk snorkeling lagi, sembari nunggu waktu sunset. Setelah menikmati sunset kami langsung makan malem trus kembali lagi ke penginapan.

lagi ada shooting Amazing Race Asia

Penangkaran Penyu

Gaya dulu ah..

model kedua ikutan mejeng

sunset at Gili Trawangan

Paginya kami hanya jalan-jalan sebentar di sekitar penginapan, dan siang kami sudah harus check out untuk kembali ke mataram. Perjalanan dari Bangsal ke Mataram kali ini kami mendapat pengalaman baru. Karena kami harus naek angkutan umum sejenis mobil elf yang diisi penumpang sampai berjejalan. Tarifnya 10rb/orang, dan kami turun di perempatan Lapangan Rembiga, Mataram. Dari Perempatan Rembiga, kami naek taksi menuju ke rumah Kak Fifi di daerah Kekalik, Mataram.