Glassy Suvarnabhumi

Pesawat “singa mlumpat” yang kami tumpangi berhasil mendarat di Suvarnabhumi Airport sekitar jam 7.30 malem. Setelah bermimpi-mimpi, akhirnya kami sukses menginjakkan kaki di Bangkok. Mungkin kami bukan orang pertama yang terkagum-kagum dengan keindahan arsitektur bandara Suvarnabhumi. Lengkungan besi baja yang kokoh berpadu dengan kaca, ditambah efek pencahayaan yang cantik. Setelah keluar dari garbarata, kami tidak langsung ke bagian imigrasi. Kami sempatkan untuk berfoto sejenak di setiap latar yang kami anggap menarik. Puas foto-foto, kami lanjut menuju gate imigrasi. Malam itu sebenarnya tidak terlalu banyak penumpang yang ngantri di bagian imigrasi, cuma dasarnya petugas imigrasinya aja yang lelet, jadi membuat kami tertatahan di antrian cukup lama. Beda banget deh sama petugas imigrasi di Changi yang sigap dan gesit melayani penumpang yang datang/pergi.

sawasdee ka

Beres imigrasi dan ambil tas, kami lanjut mencari penunjuk arah menuju stasiun airport rail link nya Bangkok. Fyi, layanan kereta jurusan Bangkok – Bandara Suvarnabhumi PP ini belum lama beroperasi lho, ya baru sekitar awal 2011 ini kalau tidak salah. Sama seperti di KL, ada dua jenis kereta bandara. Ada yang ekspres dan ada yang berhenti di setiap stasiun. Setelah beli tiket, kami langsung naek ke kereta yang baru saja datang. Karena masih baru, keretanya masih kinclong dan bersih. Fisik keretanya mirip seperti LRT di Malaysia atau MRT di Singapura, bedanya cuma proses menutup pintunya yang terkesan terlalu kencang. Sekitar 20 menit, kami sudah sampai stasiun Makkasan. Dari sana kami jalan sedikit untuk transit ke stasiun MRT Petchaburi. Sayang sekali kedua moda ini tidak tersambung dengan jalur transit khusus, jadi kami terpaksa jalan kaki menyusuri trotoar dan menyeberang jalan.

Bangkok Airport Rail Link

Dari stasiun MRT Petchaburi, kami turun di stasiun MRT paling ujung, Hualamphong. Keluar dari stasiun kami sedikit bingung arah untuk menuju ke Train Inn, penginapan yang sudah kami booking sebelumnya. Sempet nyasar sebentar, untung ada penduduk lokal di sana yang berbaik hati menunjukkan arahnya.

Train Inn sendiri penginapannya biasa aja. Kami memilih menginap di sana semata-mata karena  dekat dengan stasiun Hualamphong, tempat kami akan berangkat naik kereta ke Ayutthaya esok harinya. Kamar kami di lantai dua. Kamarnya tidak terlalu luas. terdiri dari satu kasur tingkat. Kasur yang bawah bisa double bed, yang atas single bed. Lumayan ada window AC dan wastafel di dalam kamar. Setelah mandi dan beres-beres, kami keluar untuk cari makan, sekalian beli nomor GSM lokal buat hubungi handai taulan di kampung. Malam itu kami makan sejenis bakso dan pad thai.. keduanya rasanya biasa aja, ga masuk sama lidah Indo. Setelah selesai makan dan beli cemilan di 7/11, kami balik lagi ke kamar, itung-itung pengeluaran selama sehari itu, trus lanjut tidorrr…

Next: Ayutthaya Ancient City

Train Inn

late dinner near Hualamphong station

Tambahan foto Suvarnabhumi Airport:

Baggage Claim

Menuju Airport Train Station

Nice Facade