Travel Krabi - Hat Yai

Travel Krabi – Hat Yai

Pagi hari sekitar pukul 7, minivan yang akan mengantar kami ke Penang sudah datang. Minivan terisi penuh, dan hanya kami bertiga yang nampak seperti turis, sedangkan penumpang lain adalah warga negara Thailand dan ada beberapa warga negara Malaysia. Minivan nya bentuknya mirip Mazda E-2000.

Perjalanan darat dari Krabi menuju Penang relatif lancar tanpa hambatan berarti, walaupun bukan jalan tol. Setelah 2,5 jam perjalanan, sopir membawa kami mampir ke salah satu restaurant untuk  istirahat sejenak dan sarapan. Thailand sendiri, semakin ke selatan semakin banyak populasi warga muslim, sehingga di rumah makan tempat kami singgah ada ruang khusus yang menyiapkan makanan prasmanan halal. Kami somehow sudah agak eneg dengan pork yang sering menjadi menu beberapa hari sebelumnya selama di Singapore dan Bangkok. Jadi makanan berlabel halal akhirnya kami pilih untuk menu makan siang.

Rest Area

Rest Area

Setelah makan siang, perjalanan kembali dilanjutkan menuju selatan. Karena jalanan relatif sepi, si sopir mengajak mobil untuk berlari kencang dengan kecepatan sekitar 100 – 120 km/jam. Lalu tiba-tiba, di sebuah persimpangan jalan, ada mobil dari arah kiri yang mendadak muncul sehingga mengharuskan sopir travel kami untuk menginjak rem sangat dalam. Mobil kami berhasil berhenti hanya beberapa meter saja dari mobil yang tiba-tiba muncul itu. Dari runutan kejadian tampak jelas yang salah adalah mobil yang mendadak muncul tadi, karena dia memaksa untuk masuk ke jalan raya, padahal signage jelas melarang. Seharusnya mobil tadi mengikuti jalur kami dulu, baru kemudian memutar balik. Tapi saya salut dengan sopir travel yang tidak terpancing emosi. Dia hanya berbicara sendiri dengan bahasa Siam sebentar di dalam mobil, lalu melanjutkan perjalanan lagi. Kalau saya yang jadi sopirnya, udah habis tuh si sopir mobil yang salah tadi (kayak berani aja hehe).

Hat Yai

Hat Yai

Sekitar pukul 12 siang kami sudah sampai di Hat Yai. Sebuah kota kecil di daerah selatan Thailand tempat dimana banyak pelancong dari arah Thailand maupun dari arah Malaysia melakukan transit. Banyak warga Malaysia yang berbelanja di Hat Yai, karena memang harganya relatif lebih murah daripada di Malaysia, sehingga tidak heran rata-rata pemilik toko/kios/warung di Hat Yai bisa berbahasa Melayu. Semua penumpang travel yang kami tumpangi menghabiskan perjalanannya di kota ini, sedangkan kami bertiga akan dipindahkan ke mobil lain.

Pemilik travel agen memberikan waktu satu jam untuk transit, sehingga kami memanfaatkan waktu tersebut untuk jalan-jalan melihat suasana kota sembari membeli makan siang dan beberapa cemilan untuk di perjalanan. Adik dan pacar saya lagi-lagi membeli beberapa hiasan khas Thailand untuk oleh-oleh, dan ternyata harganya relatif lebih murah daripada di Krabi.

Travel Hat Yai - Penang

Travel Hat Yai – Penang

Singkat cerita kami melanjutkan perjalanan kembali dengan berganti mobil dan sopir. Ternyata travel tersebut hanya diisi kami bertiga… hehe… jadi berasa naik mobil pribadi. Bisa bebas haha hihi tanpa sungkan menggangu penumpang lain. Satu jam berlepas dari Hat Yai, kami sudah sampai Sadao, kota yang berbatasan dengan Malaysia. Ini pengalaman pertama kami menyebrang dua negara melalui jalan darat. Urusan imigrasi kami di Sadao cukup cepat karena diuruskan oleh si sopir travel. Sampai di kantor imigrasi Bukit Kayu Hitam, Malaysia kami harus mengurus imigrasi sendiri. Kami bertiga turun dari kendaraan sembari membawa semua barang bawaan untuk mengantri mendapat cap passport. Setelah urusan selesai, mobil travel sudah menunggu kami di sisi Malaysia.

Thailand - Malaysia Border. Lower pict: Pinang Bridge

Thailand – Malaysia Border. Lower pict: Pinang Bridge

Next: Penang as Old Town Beauty